TUGAS ILMU SOSIAL DASAR 4


REVIEW FILM NASIONALISME

NAMA           : Achmad Wahyu Nuryawan
NPM            : 10116069
KELAS          : 1KA08


GIE

Film ‘Gie’ di angkat dari buku catatan Soe Hok Gie dengan judul Catatan seorang Demonstran, namun dalam film ini ada tambahan tokoh fiktif yang membuat cerita lebih menarik dan dramatis.
Film ini berkisah tentang seorang demonstran yang segala pemikiran, pendapat, dan gugatan yang  berpengaruh bagi orang-orang di sekitarnya, terutama bagi bangsa Indonesia yang pada saat itu sedang terjadi konflik antara militer dengan PKI. Pemuda bernama lengkap Soe Hok Gie ini adalah seorang yang berpendirian kuat, pendiam tapi kritis, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, Gie juga bercita-cita akan merubah negeri yang semakin kacau, negeri yang di dalamnya terdapat ketidakadilan yang merambah dimana-mana, menjadi Negeri yang benar benar dapat mewujudkan keadilan, persatuan, keamanan, dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Gie dikenal sebagai pemuda yang kritis dalam melihat ketidakadilan di negeri ini, terutama pada masa pemerintahan Soekarno.
Gie kecil dan dibesarkan di kawasan kebon jeruk, Jakarta. Di masa kecilnya, ketika Gie masih duduk di bangku sekolah, Gie dikenal sebagai anak yang kritis dalam memprotes dan menentang pendapat orang-orang di sekitarnya yang berbeda dengan pendapatnya, bahkan dengan gurunya sendiri. Gie juga di kenal sebagai orang yang keras kepala, berpendirian teguh, dan mempunyai alasan atas segala gugatan dan aspirasinya. Dibalik sifatnya yang krtis dan pluralis, Gie memiliki hobi menonton film, mendaki gunung, membaca, dan menulis artikel, yang tulisannya sering dimuat di berbagai surat kabar dan sering kali membuat pembacanya terpengaruh akan ide dan gagasannya.
Ketika beranjak menjadi mahasiswa, saat semua orang disibukkan oleh organisasi, dia lebih asyik dengan hobinya yaitu menonton film dan mendaki gunung, padahal di kampus, Gie di kenal sebagai orang yang aktif, namun ia hanya seorang demonstran yang tidak menduduki posisi penting di suatu organisasi. Dan itu tidak lantas membuatnya diam saja. Bagi Gie hanya itu yang sementara dapat melakukan perubahan dalam memperbaiki kondisi Negara yang semakin kacau, dan dia tidak sendirian dalam berjuang, banyak orang-orang yang respon terhadap pemikirannya, menanggap positif segala pendapatnya, yang membuatnya menjadi sosok yang berpengaruh dalam menuju perubahan bangsa ini.
Konflik utama film ini adalah kerusuhan antara pemerintah Indonesia dan PKI, ini adalah kejadian yang penting di dalam sejarah Indonesia. Konflik ini mengakhiri demokrasi pemimpinan Soekarno. Kejadian ini bermula pada saat Soeharto ingin merubuhkan kepemimpinan Soekarno. Soeharto yang merupakan pemimpin ABRI mempunyai lebih banyak kekuatan dari pada Soekarno. Melihat hal tersebut,Soekarno mendukung PKI agar mendapat perlindungan dari Soeharto. Tetapi suatu saat para dewan jendral ingin menjatuhkan Soekarno dari kepemimpinannya, PKI yang tidak ingin hal itu terjadi membunuh keenam jendral tersebut.
Sampai pada suatu saat, ia bertemu dengan Han, teman akrab masa kecilnya dulu, ironisnya, ternyata Han adalah seorang yang terikat dengan PKI, dan dia mengajak Gie untuk bergabung dengannya, tapi Gie menolak, baginya semua organisasi dan gerakan membawa pada kebaikan dan perubahan, tapi tidak untuk komunisme. Gie menganjurkan Han untuk menjauhi dan meninggalkan PKI, tapi itu tak di gubris olehnya. Padahal, salah satu bentuk kehancuran yang melanda bangsa ini disebabkan oleh organisasi tersebut. Organisai yang tidak mengakui adanya tuhan ini, kerap meresahkan rakyat, dan melakukan pemberontakan dimana-mana.
Pada bulan Spetember 1965, terjadi peristiwa G-30 S yaitu Gerakan 30 September PKI sebagai puncak pertentangan antara pihak militer dan Partai Komunis Indonesia dimana para keenam jendral dibunuh di Lubang Buaya. Peristiwa ini diikuti dengan demonstrasi yang sangat besar yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Indonesia termasuk dengan Gie yang menuntut pengunduran Soekarno sebagai presiden. Setelah kerobohan Soekarno dan pembrantasan PKI, Soeharto yang mengambil kesempatan untuk meraih posisi presiden memutuskan untuk menangkap atau membunuh semua warga Indonesia yang sudah terlibat dengan partai PKI, hal ini mengakibatkan pembrantasan masal yang menimbulkan korban kira-kira sampai 1 juta orang dan kebanyakan dari orang-orang yang dibunuh atau ditangkap belum benar benar terbukti dengan benar-benar sah bahwa mereka terlibat dengan PKI.
Setelah peristiwa mengenaskan itu, semua antek-antek PKI diburu dan ditangkap untuk dieksekusi, dan setelah peristiwa itu pula letnan jenderal Soeharto atas nama presiden/panglima besar ABRI/mandataris MPRS/pemimpin besar revolusi telah mengeluarkan surat keputusan tanggal 12 maret 1966 tentang pembubaran PKI, termasuk  semua bagian-bagian organisasinya, serta semua organisasi yang berlindung di bawahnya, dinyatakan bahwa PKI adalah organisasi yang terlarang.
Gie menulis kritik-kritik yang keras di Koran-koran, bahkan kadang-kadang menyebut nama. Gie pernah mendapatkan surat-surat kaleng yang isinya memaki dan memojokkan dia, antara lain “Cina yang tidak tahu iri, sebaiknya pulang ke negerimu saja sana!” . Ibu Gie gelisah dan berkata “Gie, untuk apa semua ini? Kamu hanya mencari musuh saja, bukan mencari uang!”. Terhadap ibunya Gie hanya tersenyum dan berkata “ Ah, mama tidak mengerti”.
Gie pernah berkata pada Arief, kakaknya, “akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar. Makin lama, makin banyak musuh saya, dan semakin sedikit orang yang sependapat dengan saya, dan kritik yang saya lancarkan tidak mengubah keadaan. Jadi apa sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong rakyat kecil yang tertindas, tapi kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik saya? Kadang-kadang saya merasa sangat kesepian.
Dalam suasana inilah Gie meninggalkan Jakarta untuk pergi ke gunung semeru. Di puncak gunung tersebut, Gie meninggal pada tanggal 16 desember 1969. Gie pernah berkata, “lebih baik diasingkan, daripada menyerah pada kemunafikan”. Belajar dari seorang Gie yang perjuangannya dapat dikenang sepanjang masa, yang semangatnya harus dimiliki seiap pemuda bangsa yang cinta akan keadilan dan keharmonisan, yang senantiasa berkorban untuk Negara dan rakyatnya, demi mencapai Indonesia yang aman, nyaman, teratur, dan sejahtera.






Opini   :

            Dari film Gie sendiri kita bisa melihat Set designnya yang berhasil menampilkan suasana pada tahun 1960-an yang terlihat nyata dan sangat tradisional dari mulai latar tempat dan waktu. Alur maju yang di bawa dalam film ini membuat penonton tidak pusing. Film sejarah yang mengaitkan politik dan ekonomi ini tidak membosankan karena di bumbui dengan cerita cinta remaja yang tentunya mempunyai konflik tersendiri yang tidak jauh dengan jaman sekarang
Dalam film Gie, kita bisa tau kondisi politik di Indonesia pada masa Orde Lama dan Orde Baru. Dan dalam film Gie ini para pemuda terutama mahasiswa diajarkan untuk membuka pikiran kita selama kita siap menegakan kebenaran dan selama kita berada dijalan yang benar maka kita harus melakukan gerakan perubahan yang berdasarkan suatu fakta dan pemikiran yang logis demi menegakan politik di Indonesia yang bersih dari tindakan korupsi dan yang lainnya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN APLIKASI CHAT LINE

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR 8

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR 7