TUGAS ILMU SOSIAL DASAR 2
A. PENGERTIAN
INDIVIDU
“Individu” berasal dari kata lain “individum”
artinya yang tak terbagi. Jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk
menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan
berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
B. PENGERTIAN
PERTUMBUHAN
Menurut para ahli pertumbuhan adalah suatu
perubahan yang menuju kearah yang lebih maju dan lebih dewasa, perubahan ini
disebut dengan proses. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi
berpendapat bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi.
Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang
proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap demi
tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca
indra.
C. FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Dalam membahas pertumbuhan itu ada
bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat digolongkan ke dalam 3
golongan, yaitu:
a)
Pendirian Nativistik
Menurut Para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan
indidu itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir
b)
Pendirian
Empiristik dan Environmentalistik
Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik. Para
ahli berpendapat , bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada
lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama sekali
c)
Pendirian
Konvegersi dan Interaksionisme
Interaksionisme Adalah pandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi
antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain
dengan kosepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan.
d)
Tahap
pertumbuhan individu berdasar psikologi
Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan
itu melalui beberapa fase sebagai berikut :
1.
Masa Vital yaitu
dari 0,0 sampai kira-kira 2,0 tahun
Pada masa vital ini individu menggunakkan
fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya.
2.
Masa estetik
dari umut kira-kira 2,0 sampai 7,0 tahun.
Masa estetik ini dianggap sebagai masa
pertumbuhhan rasa keindahahan. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada
masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindera.
3.
Masa intelektual
dari kira-kira umur 7,0 tahun sampai kira kira umur 13,0 tahun atau 14,0 tahun
Setelah melewati masa kegoncangan yang
pertama, maka proses sosialisasinya telah berlangsung dengan lebih efektif.
Sehingga menjadi matang untuk dididik dari pada masa – masa sebelum dan
sesudahnya.
Suatu hal yang penting pada masa ini anak
menerima otoritas orang tua dan guru sebagai suatu hal yang wajar karena itu
pada anak – anak ini mengharapkan adanya sikap yang obyektif dan adil pada
pihak orangtua dan guru sebagai pemegang atoritas sehingga sikap pilih kasih
akan mudah menimbulkan problem di kalangan mereka.
4.
Masa sosial,
kira-kira umur 13,0 tahun atau 14,0 tahun sampai kira-kira umur 20,0 tahun 21,0
tahun
5.
Masa remaja,
yaitu masa pra remaja , masa remaja.
Masa remaja merupakan masa yang banyak
menarik perhatian masyarakat kareana mempunyai sifat – sifat khas danyang
menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakatnya. Peranan manusia dewasa
harus hidup hidup dalam alam kultur dan harus dapat menempatkan dirinya
dianatara nilai nilai itu,
a.
Masa Pra Remaja
Pada masa ini terdapat beberapa gejala yang
dianggap sebagai gejala negative, misalnya tidak tenang, kurang suka bekerja,
kurang suka bergerak, lekas lelah, kebutuhan untuk tidur besar, hati murung,
pesimistik, dan non social.
b.
Masa Remaja
Sebagai gejala pada masa ini adalah merindu
puja. Dalam fase ini (masa negeatif) untuk pertama kalinya remaja sadar akan
kesepian yang tidak pernah dialaminya pada masa – masa sebelumnya
6.
Masa Usia
mahasiswa , kira-kira 18,0 sampai 30,0 tahun.
Mahasiswa akan mengalami perubahan secara
perlahan demi sikap hidup yang idealistic ke sikap hidup yang realistic. Dengan
demikian keinginan – keinginan yang realistic dalam dirinya dan realitas dalam
lingkungannya telah diganti dengan yang lebih berdasarkan kepada realistic.
Tetapi hal ini tidak berarti bahwa dikalangan mahasiswa tidak ada idealisme,
justru yang diterapkan dalam tindakan
Keluarga adalah satuan unit masyarakat
terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok
inilah yang melahirkan individu dengan bebagai macam bentuk kepribadiannya
dalam masyarakat.
Keluarga pada umunya terdiri dari Seorang
individu (Suami) individu lainnya (isteri) yang selalu berusaha menjaga rasa
aman dan nyaman ketika menghadapi suka duka hidup. Ada juga individu lainnya
yaitu anak.
Keluarga sebagai kelompok pertama yang
dikenal individu sangat berpengaruh secara langsung terhadap perkembangan
individu sebelum maupun sesudah terjun langsung secara individual di
masyarakat.
A. PENGERTIAN
FUNGSI KELUARGA
Fungsi keluarga adalah suatu
pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh
keluarga itu.
B. MACAM-MACAM
FUNGSI KELUARGA
Pekerjaan yang dilaksanakan keluarga itu
dapat digolongkan/dirinci kedalam beberapa fungsi,yaitu :
a) Fungsi Biologi
Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan
persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan
terjadi proses kelangsungan keturunan. Dan setiap manusia pada hakikatnya
terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya,
melalui perkawinan.
b) Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat
terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut:
- Gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah
- Gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan
obat-obatan
- Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata,
pagar tembok,dll
c) Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu:
- Kebutuhan makan dan minum
- Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
- Kebutuhan tempat tinggal
Berhubungan dengan fungsi penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang
tua diwajibkan untuk berusaha keras agar setiap anggota keluarga dapat cukup
makan dan minum, cukup pakaian serta tempat tinggal.
d) Fungsi Keagamaan
Di negara Indonesia yang berideologi Pancasila berkewajiban pada setiap
warganya untuk menghayati, mendalami, dan mengamalkan Pancasila didalam
perilaku dan kehidupan keluarganya sehingga benar-benar dapat diamalkan P4 ini
dalam kehidupan keluarga yang Pancasila
Dengan dasar
pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan
ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa.
e) Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal
selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh
masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka
jalankan kelak bila sudah dewasa.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara
dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut:
1.
Pembentukan
kepribadian
2.
Keluarga juga
berfungsi sebagai alat reproduksi kepribadian kepribadian yang berakar dari
etika, estetika, moral keagamaan, dan kebudayaan yang berkolerasi fungsional
dengan sebuah struktur masyarakat tertentu.
3. Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat karena
menempati posisi kunci.
4. Keluarga berfungsi sebagai lembaga perkumpulan perekonomian
5. Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan.
1) PENGERTIAN INDIVIDU
“Individu” berasal dari kata lain “individum”
artinya yang tak terbagi. Jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk
menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.
Menurut Dr. A. Lysen kata individu bukan
berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak terbagi melainkan
sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusiaperseorangan.
2) PENGERTIAN KELUARGA
Ada beberapa pandangan atau tanggapan
mengenai keluarga. Menurut Sigmud Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan
pria dan wanita. Lain halnya dengan alder berpendapat bahwa keluarga itu
dibangun berdasarkan pada hasrat atau nafsu berkuasa.
Menurut Durkheim keluarga adalah lembaga
sosial sebagai hasil factor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan. Sedangkan ki
hajar dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga adalah
kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan
merasa berdiri sebagai suatu gabungan yang hakiki.
3) PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah wadah segenap antar
hubungan sosial terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok
dan tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau sub
kelompok. Jelasnya, masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah
memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati
dalam lingkungannya.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu
masyarakat, dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju:
a)
Masyarakat
Sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana pola pembagian kerja cenderung
dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja dalam bentuk lain tidak
terungkap dengan jelas, sejalan dengan pola kehidupan dan pola perekonomian
masyarakat primitif atau belum sedemikian rupa seperti pada masyarakat maju.
b)
Masyarakat Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih akrab
dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang
berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai .
Dalam lingkungan
masyarakat maju, dapat dibedakan sebagai kelompok masyarakat non industri dan
masyarakat industri:
I.
Masyarakat Non
Industri
Secara garis
besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat
digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer dan keompok sekunder:
A.
Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar
anggota lebih terjalin intenif, lebih erat, lebih akrab.
B.
Kelompok Sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut
saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat
kekeluargaan.
II.
Masyarakat
Industri
Durkheim mempergunakan variasi
pembagian kerja sebagai dasaar untuk mengklarifikasi masyarakat, sesuai dengan
taraf perkembangannya. Akan tetapi ia lebih cenderung mempergunakan dua taraf
klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang komplek. Jika pembagian kerja
bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi
A. MAKNA INDIVIDU
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk
individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah
antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu,
tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa dan raga , melainkan juga dalam arti
bahwa tiap orang merupaka kebribadian yang khas menurut corak kepribadiannya.
B. MAKNA KELUARGA
Keluarga adalah kelompok primer yang penting
dalam masyarakat. Keluarga adalah sebuah grup yang terbentuk dari perhubungan
laki laki dan wanita yang berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan
anak.
C. MAKNA MASYARAKAT
Seperti halnya dengan definisi sosiologi yang
banyak jumlahnya kita dapati pula definisi-definisi tentang masyarakat yang
juga tidak sedikit.
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
a. Harus ada pengumpulan manusia dan harus banyak, bukan pengumpulan
binatang
b. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah
tertentu
c. Adanya atura-aturan atau undang-undang untuk mengatur mereka untuk
menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama
d. Didalam hubungan antara manusia dengan manusia lain, yang penting
ialah reaksi sebagai akibat dari hubungan tadi. Reaksi ini menyebabkan manusia
bertambah luas.
Hal ini disebabkan manusia sejak lahir
mempunyai 2 hasrat/keinginan, yaitu:
1) Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya
2) Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya
Untuk dapat menyesuaikan diri dengan kedua
lingkungan tersebut manusia menggunakan pikiran untuk dapat menghadapi udara
dingin, alam yang kejam, dan sebagai manusia menciptakan rumah, pakaian dan
lain-lainnya. Dari semua itu timbul kelompok-kelompok sosial dalam kehidupan
manusia, karena manusia tak mungkin hidup sendiri.
Menurut Ellwood, faktor-faktor yang
menyebabkan manusia hidup bersama, adalah:
A. Dorongan untuk mencari makan, penyelenggaraan
untuk mencari makanan itu lebih mudah dilakukan dengan bekerjasama.
B. Dorongan untuk mempertahankan diri,
terutama pada keadaan primitif, dorongan ini merupakan cambuk untuk
bekerjasama.
C. Dorongan untuk melangsungkan jenis.
Kecenderungan sosial ini merupakan keanehan,
yaitu perasaan yang lain, misalnya harga diri. Rasa harga diri tampak sebagai
keinginan untuk berharga tetapi juga kelihatan berharga. Suatu himpunan manusia
supaya merupakan kelompok sosial harus memenuhi syarat-syarat antara lain:
· Setiap anggotanya harus sadar bahwa ia merupakan bagian lain
kelompoknya
· Ada hubungan timbal balik antara anggota-anggotanya
· Ada suatu faktor yang dimiliki bersama, seperti nasib yang
sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama dan
sebagainya.
Jadi, masyarakat itu dibentuk oleh
individu-individu yang beradap dalam keadaan sadar. Individu-individu yang
hilang ingatan, individu-individu yang fikirannya rusak, individu-individu type
pertapa tidak dapat menjadi anggota masyarakat yang permanen, melainkan
hanyalah kepada mereka yang benar-benar saling mengikat dirinya dengan
individu-individu lainnya.
a) Pengertian Desa
Sebenarnya desa itu adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan
sekelompok manusia dengan lingkungannya. Hasil dari perpaduan itu ialah suatu
wujud atau kenampakan di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur
fisiografi, sosial ekonomi, politik dan kultural yang saling berinteraksi antar
unsur tersebut dan juga dalam hubungannya dengan daerah lain.
b) Unsur-Unsur
Desa
1. Daerah,
dalam arti tanah tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaannya,
termasuk juga unsure lokasi, luas dan batas yang merupakan lingkungan geografis
setempat.
2. Penduduk,
adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata
pencaharian penduduk desa setempat.
3. Tata
kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan pergaulan warga desa.
Ketiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri
melainkan merupakan satu kesatuan.
c) Fungsi Desa
Pertama, dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang merupakan
“hinterland” atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan
makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, di samping bahan makanan lain
seperti kacang, kedelai, buah-buahan, dan bahan makanan lain yang berasal dari
hewan.
Kedua, desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai
lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) yang tidak
kecil artinya. Ketiga, dari segi kegiatan kerja (occupation) desa
dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dan
sebagainya.
Dari ciri-ciri diatas dapat disimpulkan masyarakat pedesaan di Indonesia
pada umumnya sebagai berikut :
(1) Homogenitas
(2) Hubungan Primer (Kekeluargaan)
(3) Kontrol Sosial yang Ketat
(4) Gotong Royong
(5) Ikatan Sosial
(6) Magis Religius
(7) Pola Kehidupan
Urbanisasi adalah Suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota
atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses berpindahnya
penduduk dari desa ke kota atau dapat dikatakan terjadinya masyarakat perkotaan
Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupu cepat, hal mana
tergantung dari pada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Proses tersebut
terjadi dengan menyangkut dua aspek, yaitu :
- Perubahan
masyarakat desa menjadi masyarakat kota
- Bertambahnya
penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa –
desa ( pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh
keadaan dikota ).
Sehubungan dengan proses tersebut, maka ada beberapa sebab yang
mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang baik. Berikut
adalah sebab sebabnya :
1) Daerah yang termasuk menjadi pusat
pemerintahan atau menjadi ibukota (seperti contohnya Jakarta)
2) Tempat tersebut letaknya strategis
sekali untuk usaha-usaha perdagangan/perniagaan, seperti misalnya sebuah kota
pelabuhan atau sebuah kota yang letaknya dekat pada sumber bahan mentah.
3) Timbulnya industry di daerah
tersebut, yang memproduksikan barang-barang maupun jasa.






Komentar
Posting Komentar