TUGAS ILMU SOSIAL DASAR 7
ILMU SOSIAL DASAR
NAMA
: Achmad Wahyu Nuryawan
NPM
: 10116069
KELAS :
1KA08
JAKARTA - Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan program full day school akan
diberlakukan pada tahun depan. Salah satunya full day school menerapkan jam
kerja guru selama delapanjam.
"Guru sampai jam empat otomatis full day," ujar Muhajir usai memaparkan hasil kerja dua tahun Jokowi-JK di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (24/10/2016).
Muhadjir mengatakan, meski full day school akan diterapkan. Namun, kebijakan seharian di sekolah itu akan berubah nama. "Namanya P3K program penguatan pendidikan karakter," ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan mengatur misalnya, jika guru masuk pukul delapan pagi, maka pulang sekira pukul sekitar sore. Kebijakan itu juga akan berlaku di sekolah-sekolah pedalaman.
"Yang kita wajibkan PNS yang dapat tunjangan profesi dan guru yayasan/swasta yang sudah dapat tunjangan profesi," tukasnya.
Di akses pada : Senin, 24 Oktober 2016 − 15:26 WIB
Dalam berita diatas, terlihat bahwa sistem
pendidikan di Indonesia akan berubah menjadi Fullday School, dimana kegiatan belajar mengajar semula dari pukul tujuh
pagi sampai pukul dua belas berubah menjadi delapan pagi hingga pukul empat
sore, namun perubahan Fullday School
banyak dikeluhkan oleh para orang tua siswa. Orang Tua mengeluhkan perubahan
jam belajar Fullday School
membutuhkan kesiapan fisik dan psikis dari para siswa, apabila siswa tidak siap
dengan perubahan jam berlajar dampaknya siswa akan mudah bosan bahkan frustasi.
Selain itu, penerapan Fullday School dinilai
akan membuat siswa-siswi kehilangan waktu untuk belajar tentang hidup bersama
keluarga di rumah. Apabila dilihat dari segi ekonomi, penerapan Fullday School dinilai akan lebih
membutuhkan biaya daripada penerapan jam belajar sekolah pada umumnya.
Sebaiknya sistem pendidikan Fullday School ini harus dikaji terlebih dulu oleh pemerintah,
karena jika tidak tepat dalam penerapannya hal ini akan perdampak pada kenakalan
remaja, dan juga para remaja tersebut seharusnya mendapatkan suatu wadah dimana
mereka bisa mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka dan menunjukan
potensi mereka kedunia luar. Para remaja juga harus lebih menseleksi terhadap
datangnya teman dalam pergaulan. Pihak
orang tua juga harus lebih peduli dan perhatian terhadap anaknya agar pihak
orang tua tau potensi anak tersebut dan bisa dikembangan melalui kegiatan
ekstrakulikuler disekolah.

Komentar
Posting Komentar